Damkar Kabupaten Kuningan Bekali SDM Husnul Khotimah Cara Padamkan Api Menggunakan APAR

Damkar Kabupaten Kuningan Bekali SDM Husnul Khotimah Cara Padamkan Api Menggunakan APAR

KUNINGAN — Yayasan Husnul Khotimah Kuningan terus berupaya meningkatkan standar keselamatan dan kesiapsiagaan para pegawainya dalam menghadapi potensi bencana. Sebagai agenda tahunan, yayasan kembali menggelar Pelatihan Pemadaman Kebakaran pada Senin, 7 September 2026, yang bertempat di Lapangan STISHK (Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Husnul Khotimah).

Kegiatan edukatif ini dipandu langsung oleh tim dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kuningan. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Divisi HRD dan Personalia Yayasan Husnul Khotimah Kuningan, Ustadz H. Sanwani, S.H., yang menekankan pentingnya kesigapan seluruh elemen pesantren dalam menghadapi keadaan darurat.

Pelatihan ini diikuti oleh 30 peserta perwakilan yang bersinggungan langsung dengan aktivitas harian santri dan operasional pesantren. Para peserta tersebut terdiri dari jajaran wali asrama, petugas kebersihan (OB), staf Dapur umum, staf Dapur MBG, serta tim keamanan (security).

Kepala Urusan (Kaur) Security sekaligus penanggung jawab pelatihan, Didin Zaenudin, menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran acara tersebut. Ia berharap pelatihan ini memberikan manfaat nyata bagi para peserta, terutama dalam mencegah dan mengantisipasi musibah kebakaran.

“Alhamdulillah, melalui simulasi ini kita menjadi lebih paham langkah yang harus diambil apabila terjadi kebakaran. Bersyukur sekali agenda tahunan ini dapat kembali berjalan lancar,” ungkap Didin seusai mengikuti sesi praktik di lapangan.

Dalam sesi simulasi, instruktur dari Damkar Kabupaten Kuningan, Nova R, memberikan materi komprehensif terkait penanganan titik api, mulai dari manajemen kepanikan hingga teknik pemadaman. Ia menjelaskan bahwa peserta dilatih untuk tidak panik dan diajarkan menggunakan dua metode pemadaman sekaligus.

“Kami dari Damkar Kabupaten Kuningan telah diundang ke Pondok Pesantren Husnul Khotimah untuk melakukan praktik cara memadamkan api dengan cara tradisional dan dengan cara modern. Dengan cara tradisional, itu menggunakan alat seadanya yang bisa memadamkan api, seperti kain yang dibasahi atau dengan menggunakan alat lainnya. Dan untuk hal yang modernnya, kita menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan),” jelas Nova.

Lebih lanjut, Nova menambahkan bahwa timnya juga memberikan materi krusial terkait insiden rumah tangga yang kerap terjadi, yakni kebakaran akibat tabung gas. Hal ini sangat relevan mengingat banyaknya perwakilan staf dapur yang mengikuti pelatihan.

“Teruntuk yang belum tahu cara mengatasi kebakaran dari kebocoran gas, kita sudah terangkan juga di sini. Alhamdulillah acaranya sudah beres, sukses, dan aman,” tambahnya.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para garda terdepan pelayanan di lingkungan Pondok Pesantren Husnul Khotimah tidak hanya memiliki pengetahuan teori, tetapi juga keberanian dan ketangkasan dalam mencegah serta menangani musibah kebakaran secara mandiri dan cepat sebelum api membesar.

Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )
Whatsapp