
Santri Husnul Khotimah Siap Mengguncang: ARESTA 21 Hadir dengan Penuh Energi
Grand Opening ARESTA 21 dihadiri oleh jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Kuningan, unsur DPRD Kabupaten Kuningan, Kementerian Agama, pimpinan Pondok Pesantren Husnul Khotimah, para asatidz dan asatidzah, serta ratusan santri dan peserta dari berbagai daerah. Hadir pula perwakilan Bupati Kuningan yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Kuningan, unsur pimpinan dan anggota DPRD, pejabat Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuningan, Dinas Pendidikan, unsur Forkopimcam, serta para kepala desa di lingkungan sekitar pesantren.
Ketua Panitia ARESTA 21, Muhammad Wais Abdullah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ARESTA ke-21. Ia menegaskan bahwa ARESTA bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah untuk menyalurkan bakat, mengembangkan potensi, serta menumbuhkan semangat berprestasi generasi muda.
“Selamat berlomba dan selamat berkompetisi. Tunjukkan bakat terbaik kalian dan mari bersama-sama memperjuangkan potensi yang kita miliki,” ujarnya.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Ustadz Mulyadin, menekankan bahwa ARESTA merupakan media tarbiyah dan proses kaderisasi kepemimpinan santri. Menurutnya, prestasi harus berjalan seiring dengan adab, kepandaian harus ditopang oleh akhlak, serta kepemimpinan harus lahir dari rasa tanggung jawab, bukan dari ambisi.
“ARESTA adalah ruang pembentukan karakter. Pesantren tidak hanya mencetak pemenang lomba, tetapi melahirkan pemimpin masa depan yang beriman kuat, luas ilmunya, dan kokoh karakternya,” tutur Ustadz Mulyadin.
Ia juga menambahkan bahwa ARESTA mengajarkan kepekaan sosial dan kepedulian kemanusiaan. Dalam rangkaian kegiatan ARESTA 21, diselenggarakan pula agenda solidaritas dan doa bagi saudara-saudara di Palestina serta masyarakat yang terdampak bencana di sejumlah daerah di Indonesia.
Perwakilan Pemerintah Kabupaten Kuningan yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan pembinaan generasi muda berbasis pesantren. Menurutnya, santri hari ini merupakan generasi yang tengah dipersiapkan untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Santri sedang ditempa layaknya besi dan baja. Proses ini akan melahirkan generasi yang kuat, tangguh, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi agama, bangsa, dan negara,” ungkapnya.
Acara Grand Opening ARESTA 21 menjadi penanda dimulainya seluruh rangkaian perlombaan dan kegiatan, sekaligus menegaskan komitmen Pondok Pesantren Husnul Khotimah dalam membina santri secara menyeluruh—baik dalam aspek akademik, keterampilan, kepemimpinan, maupun kepedulian sosial—sejalan dengan visi membina generasi rabbani yang berdaya saing dan berakhlakul karimah.

