Mengungkap Rahasia Gaib: Kehidupan di Tangan Allah

Mengungkap Rahasia Gaib: Kehidupan di Tangan Allah

Oleh Basuki Ahmad Danuri

Iman kepada yang gaib adalah salah satu rukun iman yang enam yang wajib kita imani. Perkara gaib adalah perkara yang tidak dapat dilihat oleh mata, tetapi dapat difahami melalui penerimaan iman. Rasulullah Saw., sebagai sadiqul masduq, telah menerangkan perkara gaib ini dalam sebuah hadits yang sangat inspiratif.

Dalam hadits tersebut, Rasulullah Saw., menjelaskan proses kehidupan manusia dari dunia sampai akhirat. Beliau menerangkan bahwa manusia diciptakan dari air mani, lalu berubah menjadi segumpal darah, kemudian menjadi daging, dan akhirnya ditiupkan padanya nyawa sehingga menjadi makhluk hidup bernama manusia (HR. Bukhari dan Muslim).

Ilmu modern memang mampu melacak fase-fase tersebut, tetapi tidak mampu menjangkau fase berikutnya tentang rahasia rezekinya, kematiannya, amal perbuatannya, apakah menjadi orang yang sengsara atau bahagia. Hal ini menunjukkan bahwa ada perkara gaib yang hanya dapat dipahami melalui iman dan wahyu.

Rasulullah Saw., bersumpah demi Allah, Dzat yang tidak ada Tuhan selain-Nya, bahwa perkara rezeki, maut, sengsara, dan bahagia manusia ada dalam genggaman-Nya (QS. Al-An’am [6]: 2), Allah Swt., hanya menyuruh manusia agar melakukan amal ibadah dengan istiqamah, dan berdoa memohon ketetapan hati hingga akhir hayat.

Allah Swt., berfirman, “Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal)” (QS. Al-Hijr [15]: 99).

Kunci kebaikan amal itu ada di penghujungnya, sementara hidup ini adalah ujian semata. Wallahu a’lamu bishawab. Oleh karena itu, mari kita tingkatkan iman dan takwa, serta melakukan amal ibadah dengan istiqamah, agar kita menjadi salah satu hamba Allah yang beruntung.

“Dan katakanlah: ‘Ya Tuhan, tambahkanlah ilmu kepadaku, dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh'” (QS. Taha [20]: 114).

Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )
Whatsapp