
Refleksi Cinta kepada Nabi Muhammad SAW dalam Peringatan Maulid di Maniskidul
Kuningan – Sekitar 300 jamaah menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di rumah Hj. Atun, Desa Maniskidul, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jumat (29/8). Acara diawali dengan hadoroh, kemudian tausiah, dan ditutup dengan pembacaan Kitab Al-Barzanzi serta doa bersama.
Dalam kesempatan itu, KH. Imam Nur Suharno, M.Pd., Kepala Divisi Humas dan Dakwah Pesantren Husnul Khotimah, mengingatkan bahwa Maulid Nabi bukan sekadar acara tahunan, tetapi sebuah refleksi untuk mengukur sejauh mana umat Islam benar-benar mencintai Rasulullah SAW.
“Cinta kepada Nabi bukan hanya dengan ucapan. Cinta itu harus terlihat dalam perilaku kita sehari-hari,” ujarnya di hadapan jamaah.
Pembina Korps Mubaligh HK ini menegaskan beberapa bukti cinta yang seharusnya diamalkan setiap Muslim. Pertama, mengamalkan sunnah Nabi dalam ibadah, akhlak, maupun perilaku sehari-hari. Kedua, mengikuti ajaran beliau yang mengajarkan ketaatan, keimanan, dan ketundukan kepada Allah SWT. Ketiga, memperbanyak membaca shalawat sebagai wujud cinta sekaligus pengingat akan ajaran Nabi SAW. Keempat, menjaga penghormatan dan mengagungkan nama beliau. Dan yang kelima, berusaha meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW seperti jujur, sabar, serta penuh kasih sayang kepada sesama.
“Semakin kita berusaha meneladani Nabi, semakin kuat cinta kita kepadanya. Itulah makna Maulid yang sesungguhnya,” tambah Ustadz Imam.
Acara yang berlangsung khidmat itu ditutup dengan doa bersama. Para jamaah berharap, peringatan ini menjadi pengingat untuk semakin dekat dengan Allah SWT melalui kecintaan kepada Rasulullah SAW.

