
Screening Kesehatan Santri Baru Angkatan 32, Klinik Pratama Husnul Khotimah Pastikan Santri Siap Jalani Aktivitas Pondok
Kuningan – (12/07), Setelah berakhirnya rangkaian Pekan Orientasi Santri Baru (POSHK) ke-32 pada Kamis (10/07), Pondok Pesantren Husnul Khotimah kembali melanjutkan agenda penting berupa screening kesehatan bagi seluruh santri baru dari tingkat MTs dan MA. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu Jumat (11/07) untuk santri putri dan Sabtu (12/07) untuk santri putra.
Kegiatan ini merupakan kerja sama antara tim Klinik Pratama Husnul Khotimah dan unit pesantren, dengan melibatkan total 1.116 santri baru, termasuk dari unit Husnul Khotimah 2 (HK 2) Pancalang.
Kepala Klinik Pratama, H. Mustofa, Kep. Ners, Ph.D menyampaikan bahwa proses screening ini merupakan langkah awal penting untuk mendeteksi kondisi kesehatan para santri secara menyeluruh dan terdokumentasi secara digital.
“Sebelum pemeriksaan, kami menyebarkan Google Form kepada wali santri untuk mengisi data identitas dan riwayat kesehatan keluarga. Data tersebut kami input ke dalam sistem Rekam Medis Elektronik (RME) yang sudah terintegrasi,” jelasnya.
Santri menjalani pemeriksaan awal berupa pengukuran tinggi badan, berat badan, dan penghitungan indeks massa tubuh (BMI). Hasil BMI yang tidak ideal akan ditindaklanjuti dengan konseling gizi dan pemantauan khusus selama enam bulan hingga satu tahun.
Tahapan selanjutnya dilakukan di Nurse Station, di mana perawat dan admin memeriksa tanda-tanda vital serta menginput keluhan dan riwayat penyakit berdasarkan data dari rumah. Setelah itu, santri menjalani pemeriksaan lanjutan oleh tim dokter.
“Untuk santri tingkat Aliyah, baik putra maupun putri, kami juga melakukan pemeriksaan tambahan melalui tes laboratorium. Semua data tercatat dalam sistem dan tidak lagi menggunakan berkas fisik. Kami merangkum hasil pemeriksaan dalam satu lembar resume sebagai dasar tindak lanjut ke depan,” tambah Mustofa.
Kegiatan screening ini mendapat sambutan positif dari para santri. Muhammad Wafit, santri kelas 7 MTs, mengaku senang bisa mengetahui kondisi tubuhnya secara lengkap.
“Deg-degan sih awalnya, tapi ternyata menyenangkan. Kita jadi tahu berat badan, tinggi badan, dan kesehatannya gimana. Bisa kasih tahu ke orang tua juga,” tuturnya.
Sementara itu, Ahmad Faiz, santri kelas 10 MA, menilai kegiatan ini sangat bermanfaat.
“Senang karena merasa diperhatikan. Jadi kita bisa mulai mondok dengan tahu kondisi tubuh kita dan lebih semangat buat jaga kesehatan,” ujarnya.
Dengan terlaksananya kegiatan screening kesehatan santri baru, termasuk santri HK 2, Klinik Pratama Husnul Khotimah menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan berbasis data yang modern dan berkelanjutan.
“Kami berharap hasil screening ini memberi gambaran menyeluruh terhadap kondisi kesehatan santri, sebagai dasar layanan kesehatan ke depan. Ini bagian dari upaya kita bersama mewujudkan santri Husnul Khotimah yang sehat, tangguh, dan berdaya saing,” pungkas H. Mustofa


