SANTRI TURUN KE DESA

SANTRI TURUN KE DESA

Kuningan, 14 September 2025 – Pondok Pesantren Husnul Khotimah kembali menggelar kegiatan tahunan Praktik Pengenalan Masyarakat (PPM) ke-26 dengan mengusung tema “Santri Mengabdi untuk Masyarakat.” Kegiatan ini berlangsung selama dua pekan, mulai 14–27 September 2025, dan melibatkan 677 santri kelas 12 yang terbagi ke dalam 49 kelompok.

Dalam sambutannya, Ketua PPM 26, Ustadz Joni Pasya Tjik Ani, Lc. M.H. menegaskan bahwa PPM merupakan bagian penting dari visi pesantren sebagai lembaga pendidikan berbasis tarbiyah dan dakwah.

“Pondok Pesantren Husnul Khotimah telah mendeklarasikan diri sebagai lembaga pendidikan Islam yang berkualitas, sekaligus kontributor terdepan dalam mencetak kader da’i. Karena itu, ilmu dakwah dan tarbiyah ditanamkan kepada santri, baik melalui program formal di sekolah maupun nonformal di luar sekolah,” ujarnya.
Sementara itu, Mudir Mahad HK 1, Kiai Mulyadin, Lc., M.H., dalam arahannya kepada santri menekankan pentingnya menjaga adab dan akhlak mulia selama berada di masyarakat.

“Anak-anakku sekalian, jagalah adab. Ingatlah, kalian bukan hanya membawa diri, tapi juga membawa nama keluarga, angkatan, dan pesantren. Masyarakat tidak perlu diberi brosur, cukup melihat akhlak dan perilaku kalian. Jika santun, dewasa, dan beradab, masyarakat akan menilai inilah santri Husnul Khotimah yang berbeda dengan pelajar biasa.”

Beliau juga mengingatkan empat pesan penting yang diajarkan Rasulullah SAW. ketika tiba di Madinah: membiasakan salam kepada siapa pun, berbagi dengan sesama, menyambung silaturahim, serta menjaga salat malam sebagai kekuatan ruhani. Jika kalian menjaga empat hal itu, insyaAllah kehadiran kalian akan membawa keberkahan, sekaligus meninggalkan kesan mendalam di hati masyarakat.

PPM XXVI tahun ini dilaksanakan di lima kecamatan dan 49 desa di Kabupaten Kuningan. Santri ikhwan akan ditempatkan di Kecamatan Kadugede (6 desa), Nusaherang (4 desa), dan Darma (15 desa), sementara santri akhwat tersebar di Kecamatan Luragung (16 desa) dan Ciwaru (8 desa).

Berbagai kegiatan akan digelar santri bersama masyarakat, mulai dari mengisi pengajian dan majelis taklim, mengajar TPA, SD, dan SMP, melatih baca Al-Qur’an, hingga memakmurkan masjid, menghidupkan remaja masjid dan karang taruna, memperkenalkan seni Islami, bersilaturahim dengan tokoh masyarakat, serta melaksanakan bakti sosial.

Kegiatan PPM akan ditutup pada 26 September 2025 di desa masing-masing, dan seluruh peserta kembali ke pesantren pada 27 September 2025. Adapun Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kegiatan diserahkan paling lambat 4 Oktober 2025.

Dengan semangat dakwah dan tarbiyah, PPM tidak hanya menjadi ruang praktik ilmu bagi santri, tetapi juga diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.

Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )
Whatsapp