
KECERDASAN DALAM MENGELOLA KELAS
Oleh Imam Nur Suharno
Mengajar dan mendidik merupakan seni dalam membentuk kepribadian siswa agar menjadi manusia yang cerdas. Cerdas dalam makna komprehensif, mencakup cerdas spiritual (olah hati), emosional dan sosial (olah rasa), intelektual (olah fikir), kinestetis (olah raga), serta akhlak (olah sikap).
Hakikat hasil belajar adalah perubahan ke arah yang lebih baik, dari tidak tahu menjadi tahu, setelah mengetahui mengamalkan. Hal ini menunjukkan bahwa awal perubahan siswa ialah melalui proses belajar yang diselenggarakan oleh guru. Oleh karena itu, guru dituntut untuk memiliki kecerdasan dalam mengelola kelas.
Hal yang terpenting dalam mengelola kelas adalah manajemen kelas. Oleh karenanya, hal yang hendaknya dilakukan oleh seorang guru adalah menciptakan suasana belajar mengajar yang menyenangkan sehingga menjadi pertemuan yang selalu dirindukan.
Pertama, membuat peraturan kelas. Pada hari pertama masuk sekolah, hal terpenting adalah membuat peraturan kelas bersama siswa, karena pertemuan pertama belajar akan turut mempengaruhi proses belajar mengajar selanjutnya. Jadikan kesan pertama masuk kelas begitu menggoda, dan seterusnya menggoda.
Dalam penyusunan peraturan kelas hendaknya guru melibatkan siswa, supaya siswa mempunyai rasa tanggungjawab dalam menjaga keberlangsungan peraturan kelas. Selain itu, jangan lupa tentukan pula reward dan punishment-nya.
Agar peraturan berjalan efektif dan siswa menjadi disiplin, maka yang terpenting adalah memberikan keteladanan nyata. Keteladanan datang dari orang-orang yang ada di lingkungan sekolah dan guru sebagai salah satu role model-nya.
Kedua, membuat jadwal piket kebersihan kelas. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk membiasakan siswa untuk turut bertanggung jawab dalam menjaga kebersihan kelas. Dalam hal ini, guru dituntut untuk istikamah membimbing siswa agar melaksanakan kebersihan kelas dengan benar.
Ketiga, membuat organisasi kelas. Melalui organisasi kelas, selain mendidik siswa untuk belajar berorganisasi dan menumbuhkan rasa tanggungjawab di kalangan siswa, juga membantu guru dalam mengelola kelas. Guru atau wali kelas bertugas membimbing siswa menyusun organigram kelas lengkap dengan job kerjanya masing-masing pengurus. Dalam organigram, paling tidak terdiri dari ketua kelas, wakil kelas, sekretaris, bendahara, dan bidang-bidang yang diperlukan.
Keempat, membuat majalah dinding (mading) kelas. Mading kelas diharapkan dapat dijadikan sebagai sarana untuk pengembangan siswa dalam bidang literasi. Mading juga dapat dijadikan sarana untuk pembiasaan siswa agar gemar membaca dan menulis.
Dengan kepiawaian dalam mengelola kelas diharapkan guru mampu melahirkan siswa yang berkualitas dan berkarakter (berakhlak mulia). Semoga.

