
Sinergi Orang Tua dan Pesantren Jadi Kunci Mencetak Santri Hebat
KUNINGAN – Urusan Bimbingan dan Konseling (BK) MTs Husnul Khotimah 2 Kuningan menggelar webinar bertajuk “Orang Tua Siap, Santri Hebat” pada Jumat (10/7/2026) bertepatan dengan 25 Muharram 1448 H. Kegiatan ini menjadi wadah penguatan peran orang tua dalam mendampingi pendidikan putra-putrinya yang menempuh pendidikan di lingkungan pesantren.
Webinar menghadirkan Ustadz Hodam Wijaya, M.Pd., MPP. sebagai narasumber. Ratusan orang tua santri mengikuti kegiatan secara daring untuk memperoleh bekal dalam membangun pola pengasuhan yang selaras dengan sistem pendidikan pesantren.
Mudir Pondok Pesantren Husnul Khotimah 2 Kuningan, KH Fauzi Muhammad Ali, dalam sambutannya menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan santri tidak dapat dilepaskan dari sinergi yang kuat antara lembaga dan orang tua.
“Sinergi antara lembaga dan orang tua sangat penting. Pendidikan di pesantren akan semakin optimal apabila mendapatkan dukungan penuh dari keluarga di rumah,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Ustadz Hodam Wijaya mengingatkan bahwa puncak kerinduan orang tua kepada anak sejatinya bermuara pada doa. Menurutnya, mengantarkan anak belajar di pesantren merupakan bagian dari ikhtiar pengasuhan yang bertujuan membentuk pribadi mandiri, bertanggung jawab, dan siap memikul amanah kehidupan.
Ia menjelaskan, tugas orang tua bukan sekadar mendekatkan diri kepada anak, melainkan memastikan anak mampu menyelesaikan amanahnya sendiri serta memiliki kemandirian untuk mempertanggungjawabkan kehidupannya.
Untuk mengantarkan anak menuju gerbang kesuksesan, Ustadz Hodam memaparkan empat hal utama yang perlu dipersiapkan orang tua. Pertama, meluruskan niat ketika memasukkan anak ke pesantren semata-mata untuk meraih kemuliaan Allah melalui ilmu. Niat yang ikhlas, katanya, akan menyempurnakan setiap proses perjuangan yang dijalani orang tua maupun anak.
Kedua, menjaga anak dari rumah melalui kesalehan orang tua. Ia menekankan bahwa hidayah memang merupakan anugerah Allah, namun setiap keluarga harus menyiapkan jalan untuk meraihnya dengan menjaga ibadah, memperbanyak doa, serta mengamalkan doa Nabi Ibrahim dalam Q.S. Ibrahim ayat 37. Kesalehan orang tua, lanjutnya, akan melahirkan ketaatan dan kemuliaan bagi keturunannya.
Ketiga, membangun komunikasi yang penuh kasih sayang. Menurutnya, kasih sayang merupakan kebutuhan mendasar bagi santri yang sedang berjuang jauh dari keluarga. Orang tua dianjurkan memanfaatkan waktu kunjungan, memberikan perhatian sesuai kebutuhan, menghubungi anak pada jadwal yang ditentukan, serta menghadirkan pelukan, apresiasi, dan ungkapan terima kasih atas perjuangan anak selama menuntut ilmu.
“Anak yang bermasalah obatnya adalah kasih sayang. Sebandel apa pun anak, yang tidak boleh hilang dari orang tua adalah kasih sayang,” tegasnya.
Keempat, membangun keselarasan pola asuh antara keluarga dan pesantren. Orang tua diharapkan mendukung setiap kebijakan pesantren, menguatkan peran guru, serta menjaga kehormatan para pendidik dan lembaga pendidikan.
“Kebarakahan tidak bisa dibeli. Kebarakahan hanya dapat diraih dengan memuliakan, menjaga para pencari ilmu, dan para pengajar ilmu,” ungkapnya.
Melalui webinar ini, MTs Husnul Khotimah 2 Kuningan berharap terbangun kolaborasi yang semakin erat antara orang tua dan pesantren sehingga mampu melahirkan generasi santri yang beriman, berakhlak mulia, mandiri, serta siap memberikan kontribusi terbaik bagi agama, bangsa, dan masyarakat.

