RESISTANCE

RESISTANCE

Oleh Adi Bintoro

Resistance (hambatan) kadang muncul dalam bentuk yang beragam. Sesuatu yang tidak disukai, pendapat yang berbeda, verbal bully, dan lainnya. Namun bisa jadi hambatan inilah yang kita butuhkan untuk berkembang. Hambatan bahkan secara alami hadir di alam. Allah Swt., menciptakannya.

Pada era awal penemuan lampu pijar. Para penemu menggunakan filamen (kawat) yang dialiri arus listrik. Filamen memiliki hambatan alami dalam dirinya yang menghambat arus listrik. Hambatan ini adalah pemicu panas. Filamen terus memanas hingga suhu yang sangat tinggi. Pada suhu ekstrem tinggi itu, filamen memijar dan memancarkan cahaya. Di sini hambatan adalah pemicu panas, dan panaslah yang menghasilkan terang. Terus begitu semakin panas dan terang sampai batas filamen.

Proses yang terhambat belum tentu buruk. Dalam hidup, kesulitan, kritik, atau kegagalan sering terasa menyakitkan. Tapi hal ini di antara yang dapat membuat karakter kita semakin bersinar. Kesuksesan yang bersinar juga butuh kerja keras. Perjuangan yang tak kenal lelah.

Umar bin Abdul Aziz pernah merasakannya. Umar dipecat dari jabatan gubernurnya. Bahkan setelah ia mengorbankan idealismenya. Tetapi justru ini yang menyelamatkan beliau dari keterpurukan lebih dalam. Umar mengevaluasi diri atas apa yang pernah ia jalani dan yang terjadi di masa silam. Kejernihan itu hadir, Allah memberikan pemahaman yang besar. Umar bersiap dan istiqamah hingga akhirnya masa itu datang, Umar diangkat menjadi khalifah dan sejarah mencatat dengan tinta emas bahkan berlian. Masa yang penuh berkah dalam kepemimpinan khalifah Umar bin Abdul Aziz.

Kisah Nabi Yusuf as., penuh dengan rangkaian hambatan. Dijauhkan dari keluarga, menjadi budak, masuk penjara, bertahun-tahun menunggu. Sampai tiba waktu dan kesiapan menjadi penyelamat negeri.

Imam Bukhari sejak muda melakukan perjalanan jauh. Perjalanannya tidak mudah, jarak yang jauh, keterbatasan bekal, berpindah dari satu negeri ke negeri lain. Tetapi justru mungkin hal itu yang menjadikan karya beliau, karya yang besar. Hambatan tidak selalu menghalangi jalan kita. Kadang hambatanlah yang membentuk kita menjadi orang yang mampu menempuh jalan itu.

Kita juga tidak mengharapkan hambatan. Karena hambatan dan panas bukanlah tujuan, semua itu demi menghasilkan terang untuk sekitar. Akan tetapi ketika hambatan itu hadir, kita tahu ia bukan sekadar rintangan. Dari alam yang Allah Swt., ciptakan, pada sebuah kawat filamen, kita belajar bahwa dibalik setiap kesulitan (hambatan), ada potensi cahaya yang menunggu untuk dipancarkan.

 

 

Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )
Whatsapp