Setelah kebijakan lockdown yang lalu akhirnya dengan berbagai pertimbangan diputuskan memulangkan seluruh santri. Salut dengan semua proses pemulangan ribuan santri dari HK1 dan HK2.

Hanya dalam hitungan hari, semua civitas akademika bisa mengorganisir, mengatur agar perpulangan berjalan lancar, menerapkan SOP perjalanan, dan meminimalisir resiko. Semua santri dengan domisili pulau jawa diantar memakai bis ke titik-titik penjemputan di kota masing-masing. Santri dari luar jawa diantar sampai bandara, dipastikan naik pesawat dan take off oleh asatidz yang bertugas mendampingi.

Mungkin ini seperti simulasi kecil, bagaimana sebuah institusi bisa melaksanakan proyek dengan lancar, yang melibatkan banyak orang. Dalam waktu yang singkat juga.

Pelajaran yang bisa saya amati :

1. Kemapanan sistem yang sudah dirintis sejak 25 tahun. Tentu ini buah kesabaran dan usaha optimal.

2. Garis komando yang jelas. Tidak ada dobel, tripel kepemimpinan. Semua siap menerima hasil musyawarah tertinggi, baik buruk dan segala resikonya.

3. Pengorbanan pihak pondok untuk menanggung hampir semua biaya perpulangan santri. Walaupun pasti sangat besar biayanya, tapi karena ini situasi darurat, maka pimpinan harus mengambil keputusan ini. Tidak terbayang jika biaya-biaya dibebankan pada orangtua secara mendadak. Pasti bakal kalangkabut.

3. Kepatuhan dari semua pihak. Jajaran yayasan, staf, asatidz, pegawai, santri, dan orangtua santri. Terutama staf yang menunjukkan kebiasaan disiplin dalam menjalankan kegiatan dalam pondok.

4. Komunikasi yang baik, dua arah antara pihak pondok dan orangtua. Keberkahan muncul dari keridhoan orangtua santri dalam menaati keputusan pondok, dan doa-doa yang selalu terlantun. Doa orangtua, juga doa anak-anak sholih insya Allah diijabah.

Sebagai orangtua santri, saya sangat paham kegelisahan dan kekhawatiran terhadap keselamatan anak-anak. Sempat ada perbedaan pendapat dan mempertanyakan perubahan kebijakan. Tapi begitu ada instruksi yang jelas dari pimpinan pondok, pada waktunya semua patuh. Tidak ada orangtua santri yang panik dan kalang kabut menjemput anak di luar SOP.

Buah kepatuhan ini, akhirnya semua santri sampai dengan selamat ke tempat tujuan masing-masing.

Ini di Indonesia.
Masih ada harapan untuk negeri kita.
Walau hanya di sebuah pondok pesantren, ini simulasi yang baik untuk institusi yang lebih besar, seperti kota, propinsi, negara.

Nilai-nilai kebaikan harus ditiru, ditularkan, dicontohkan. Baik sebagai pemimpin, sebagai pengelola, juga sebagai yang dipimpin. Nilai pengorbanan, dedikasi, kedisiplinan, patuh, dan mengutamakan kepentingan orang banyak.

Wallahu a’lam

Ditulis oleh Ibu Dewi Safitri, Wali Santri MTs Husnul Khotimah 2 Kuningan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu