Dari HK Menuju Desa: Santri Dibekali Semangat Pengabdian Langsung oleh Para Camat

Dari HK Menuju Desa: Santri Dibekali Semangat Pengabdian Langsung oleh Para Camat

Suasana pagi itu di Aula Pondok Pesantren Husnul Khotimah terasa begitu berbeda. Suara riuh rendah santri yang berdatangan memenuhi ruangan bercampur dengan hawa semangat yang terasa menggebu. Senyum, tawa kecil, hingga ekspresi penasaran tampak jelas di wajah para peserta. Mereka adalah santri yang akan segera diterjunkan ke masyarakat dalam program Pengabdian Pada Masyarakat (PPM).

Kegiatan pembekalan pada 30 Agustus 20 ini terasa begitu istimewa karena menghadirkan para pemateri dari unsur pemerintah daerah: Camat Kecamatan Darma, Camat Kecamatan Luragung, dan Camat Kecamatan Ciwaru. Tiga pemimpin wilayah itu hadir bukan hanya untuk memberikan arahan teknis, tetapi juga berbagi pengalaman langsung mengenai dinamika sosial di tengah masyarakat.

Dalam paparannya, Camat Darma menekankan pentingnya santri memahami realitas lapangan.
“PPM bukan hanya tentang hadir, tetapi tentang bagaimana santri bisa membawa manfaat, mendengarkan kebutuhan masyarakat, lalu menjadi bagian dari solusi,” ujarnya, disambut anggukan penuh perhatian dari para peserta.

Sementara itu, Camat Luragung menyampaikan pesan motivatif tentang kepemimpinan dan keteladanan.

“Santri adalah agen perubahan. Kehadiran kalian di tengah masyarakat harus menjadi teladan dalam akhlak, disiplin, dan tanggung jawab,” katanya tegas, membuat beberapa santri mencatat pesan tersebut di buku kecil mereka.

Adapun Camat Ciwaru lebih menyoroti pentingnya sinergi dengan masyarakat setempat. “Masyarakat akan terbuka jika kita datang dengan niat baik. Libatkan tokoh-tokoh setempat dalam setiap program, agar keberadaan PPM benar-benar terasa manfaatnya,” tuturnya dengan penuh keyakinan.

Di tengah suasana aula yang hangat, para santri tampak semakin larut dalam semangat pengabdian. Ada yang sesekali saling berbisik penuh antusias, ada pula yang wajahnya tampak serius merenung, seolah-olah sudah membayangkan pengalaman berharga di desa tujuan nanti.
Seusai acara, salah satu peserta, Rahma (kelas akhir), membagikan kesannya,

“Saya jadi lebih mengerti bahwa PPM bukan hanya formalitas, tetapi benar-benar kesempatan untuk belajar hidup bersama masyarakat.”

Sementara itu, Fahmi (kelas akhir) menambahkan, “Rasanya semangat sekali, apalagi tadi ditekankan kalau santri itu agen perubahan. Jadi saya merasa punya tanggung jawab besar untuk bisa memberikan manfaat.”

Acara ditutup dengan doa dan sesi foto yang diwarnai senyum lebar para santri, camat, dan para ustadz pembimbing. Kegiatan pembekalan ini bukan hanya menjadi agenda persiapan teknis, melainkan juga sebuah momentum yang menghidupkan kembali semangat pengabdian.

Dengan bekal ilmu, motivasi, dan arahan langsung dari para pemimpin daerah, santri Husnul Khotimah siap melangkah ke masyarakat, menebar manfaat, dan menghadirkan wajah Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )
WHATSAPP