
Dari Satu Konten, Lahir Ribuan Kebaikan
Kuningan – Divisi Humas Dakwah Yayasan Husnul Khotimah berkolaborasi dengan IRMAS se-Kecamatan Jalaksana menggelar Workshop Pelatihan Dakwah Digital dan Konten Kreator Kabupaten Kuningan, Sabtu (24/01). Kegiatan ini dimulai pukul 08.00 WIB dan bertempat di ruang kelas Kampus STIS Husnul Khotimah.
Workshop ini diikuti oleh perwakilan IRMAS dari berbagai desa di Kecamatan Jalaksana, dengan tujuan membekali generasi muda masjid agar mampu berdakwah secara kreatif dan positif melalui media digital.
Dalam sambutannya, Kepala Divisi Humas Dakwah Yayasan Husnul Khotimah, KH Imam Nur Suharno, M.Pd.I, menekankan pentingnya peran remaja dalam dakwah di era digital.
“Remaja adalah kelompok yang sangat dekat dengan dunia digital. Melalui workshop ini, kita berikhtiar memakmurkan masjid di era digital. Media sosial bisa menjadi sarana dakwah yang sangat kuat, tergantung bagaimana kita menggunakannya—apakah untuk hal positif atau sebaliknya,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa dakwah tidak harus selalu dalam bentuk besar, namun dapat dimulai dari hal sederhana.
“Sampaikan walaupun satu ayat. Itu bisa menjadi amal jariah dan wasilah dalam berdakwah. Harapannya, para remaja masjid tidak hanya aktif di media sosial, tetapi juga mampu berbagi ilmu, mengajak mengaji, dan menghidupkan masjid bersama generasi muda lainnya,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Kecamatan Jalaksana, H. Apud Salehuddin, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Husnul Khotimah yang peduli terhadap perkembangan generasi muda di tengah banyaknya tantangan dan godaan zaman. Kegiatan ini sangat kami nantikan karena menjadi langkah strategis dalam membina remaja agar tumbuh secara islami dan religius,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa pembinaan generasi muda perlu dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
“Anak-anak perlu dikawal, diajak berdiskusi, dan diberikan solusi terbaik. Harapan kami, kegiatan aplikatif seperti ini dapat melahirkan generasi yang konsisten, berkomitmen, dan siap menjadi penerus umat di masa depan,” jelasnya.
Antusiasme peserta juga terlihat dari tanggapan yang disampaikan. Ratasya Dewi Andira, siswi kelas IX, mengaku mengikuti kegiatan ini untuk menambah wawasan dalam menyebarkan kebaikan.
“Saya ingin menambah wawasan tentang bagaimana menyebarkan kebaikan, dan ikut berkontribusi lewat media sosial,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Afdal, peserta dari IRMAS, yang menilai materi workshop sangat aplikatif.
“Banyak ilmu yang bisa langsung diterapkan, terutama karena IRMAS punya akun media sosial. Jadi ilmunya bisa langsung dipraktikkan,” katanya.
Perwakilan IRMAS At-Taqwa Desa Jalaksana, Nur Afif Saifudin, menyebut materi yang diberikan sangat relevan.
“Materinya mulai dari teknik pengambilan gambar hingga strategi media sosial. Ke depan, kami akan menerapkan ilmu ini dalam kegiatan IRMAS dan mengunggah konten yang lebih baik serta maksimal di media sosial,” jelasnya.
Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan konten. Peserta dibagi ke dalam kelompok dan diberikan dua tema yang telah ditentukan panitia. Mereka melakukan pengambilan gambar di luar ruangan, kemudian hasilnya dipresentasikan dan mendapatkan evaluasi serta masukan langsung dari para pemateri.

