Dauroh Jinsiyah HK2: Menjaga Kehormatan dan Adab Interaksi

Dauroh Jinsiyah HK2: Menjaga Kehormatan dan Adab Interaksi

Unit Pembinaan Pondok Pesantren Husnul Khotimah 2 Kuningan menggelar kegiatan Dauroh Jinsiyah pada Sabtu, 24 Januari 2026, bertempat di Masji Abu Bakar Pesantren HK2. Kegiatan ini dilaksanakan pada pukul 13.00 hingga 15.00 WIB dan diikuti oleh para santri kelas 9 sebagai bagian dari pembinaan karakter dan akhlak remaja.

Kegiatan Dauroh Jinsiyah ini menghadirkan Ustadzah Mia Rusmia, M.Pd., selaku Kepala Unit Penjamin Mutu Pesantren Husnul Khotimah 1, sebagai pemateri utama. Dengan mengusung tema “Menjaga Kehormatan dan Adab Interaksi dalam Islam”, acara berlangsung seru dan penuh antusiasme dari para peserta.

Menurut Ustadz Asep Abdul Syukur, S.Pd., selaku Kepala Unit Pembinaan Pesantren Husnul Khotimah 2, tujuan utama dari kegiatan ini adalah agar santri memahami pentingnya menjaga kehormatan diri sebagai seorang muslim, serta mampu menerapkan adab yang benar dalam interaksi antara muslim dan muslimah sesuai tuntunan Islam.

“Melalui dauroh ini, kami berharap santri memiliki pemahaman yang kuat tentang urgensi menjaga kehormatan serta adab pergaulan yang islami, sebagai bekal dalam kehidupan mereka ke depan,” ujarnya.

Alasan mengundang Ustadzah Mia Rusmia sebagai pemateri, lanjutnya, karena beliau dikenal memiliki pengalaman yang luas dalam pembinaan santri. Selain itu, penyampaian materi dari sudut pandang seorang wanita dinilai mampu memberikan pemahaman yang lebih mendalam, disertai kesan keibuan yang jarang dijumpai dalam proses pembelajaran maupun interaksi di HK2.

Salah satu santri, Lufti Rasyid Ghafiqi dari kelas 9A, mengaku sangat terkesan dengan kegiatan tersebut. Ia menilai acara Dauroh Jinsiyah ini menarik dan sangat bermanfaat bagi remaja.

“Acaranya menarik dan bagus buat remaja sebagai bekal dalam proses menuju kedewasaan. Penyampaian materinya sampai di hati, apalagi ini hal yang baru dan disampaikan oleh Ustadzah. Kita harus menjadi generasi yang ABCD yaitu Aqil, Baligh, Cerdas, dan Dewasa,” ungkapnya.

Dalam materinya, Ustadzah Mia menyampaikan bahwa “remaja hari ini hidup di era banjir informasi. Banyak yang cerdas secara akademik, tapi rapuh secara mental. Kedewasaan dibutuhkan agar ilmu tidak disalahgunakan. Islam memadukan kecerdasan akal dan kematangan akhlak”, ujarnya.

“Anak remaja harus mau belajar, berpikir kritis, dan mencari kebenaran. Ilmunya dipakai untuk mendekat kepada Allah dan bermanfaat bagi manusia. Remaja cerdas tidak mudah tertipu hoaks dan tren sesaat”, lanjut Ustadzah Mia.

Ustadzah Mia dalam penutupnya menyampaikan motivasi tentang anak muda “Jadilah laki-laki yang kuat: beriman, beradab, dan bermanfaat”, pungkasnya.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Unit Pembinaan Pesantren Husnul Khotimah 2 berharap nilai-nilai menjaga kehormatan diri dan adab interaksi dalam Islam dapat tertanam kuat dalam diri para santri serta menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. (adz)

Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )
WHATSAPP