Gebyar OSHK, Dorong Santri Raih Kejayaan Peradaban

Gebyar OSHK, Dorong Santri Raih Kejayaan Peradaban

Kuningan, 9 November 2025 – Pondok Pesantren Husnul Khotimah (Pontren HK) secara resmi membuka rangkaian kegiatan akbar tahunan Gebyar OSHK (Organisasi Santri Husnul Khotimah) Putra ke-30 pada Sabtu malam (9/11) di Gedung Serbaguna.

Dengan mengusung tema besar “Renaisance of the Soul: Menumbuhkan Kepercayaan untuk Meraih Kejayaan Peradaban,” kegiatan ini bertujuan mengarahkan santri untuk mencapai kemajuan yang berlandaskan spiritualitas dan intelektualitas.

Acara pembukaan dihadiri oleh jajaran Asatidz Pembinaan Santri Putra dan Kepala Madrasah Aliyah, serta disaksikan oleh seluruh santri putra kelas 7 hingga kelas 11.

Kegiatan diawali dengan pembacaan tilawah Al-Qur’an dan penampilan iringan Marawis. Puncak seremoni ditandai dengan pembukaan secara simbolis melalui pemukulan gong oleh Ustadz Latipudin, Kepala Unit Pembinaan Santri Putra, yang secara resmi memulai perlombaan yang akan berlangsung hingga 22 November.

Ibrahim Rizki Tsabat, Ketua Panitia Gebyar OSHK ke-30, dalam sambutannya memfokuskan pesan pada aspek kebangkitan jiwa. Ia menjelaskan bahwa tema Renaisance of the Soul adalah ajakan untuk melampaui kebangkitan akal semata.

“Hari ini, kita berbicara tentang kebangkitan jiwa, mengajak kita untuk menyalakan kembali cahaya dalam diri, membangkitkan nilai-nilai kemanusiaan, spiritualitas, dan kebijaksanaan yang sejatinya,” ujar Ibrahim.

“Sejatinya, kemajuan peradaban berawal dari jiwa yang bersih. Melalui acara ini, kami berharap lahir semangat baru dan hati yang tercerahkan.”

Ustadz Latipudin mengapresiasi tema yang diusung, menyebutnya sebagai tema besar yang terinspirasi dari perjuangan Muhammad Al-Fatih, sang penakluk Konstantinopel, yang menandai tonggak kejayaan peradaban Islam di Turki.

Beliau menekankan bahwa Gebyar OSHK adalah program yang menjadi wasilah pengembangan bakat dan minat santri. Namun, potensi diri harus diimbangi dengan perbaikan karakter dan akhlak.

“Faktor-faktor kejayaan peradaban selalu melekat kepada nilai-nilai dasar kehidupan, terutama nilai-nilai religius keagamaan,” kata Ustadz Latipudin.

Beliau mengingatkan para santri bahwa Islam pernah jaya pada abad ke-7 hingga ke-13 Masehi karena umatnya dekat & mengamalkan ajaran Al-Qur’an dan rakus akan ilmu pengetahuan.

Menurutnya, kemajuan Pontren HK tidak terlepas dari peran para santri. Jika santri konsisten meningkatkan literasi, dan kualitas ibadah serta menghidupkan sunah Rasulullah ﷺ, maka kemajuan peradaban akan dapat diraih dalam waktu dekat..

Ustadz Latipudin menjelaskan bahwa rangkaian Gebyar OSHK tahun ini dirancang sebagai kolaborasi inovasi dan kreasi, mencakup seni, keterampilan, dan aspek fisik melalui cabang olahraga. Kolaborasi ini disebut penting karena peradaban harus dibangun dari berbagai elemen.

Di akhir sambutannya, beliau memberikan penekanan khusus pada dua pilar peradaban di pesantren:
Penguatan Akhlak dan Nilai Pesantren: Kompetisi harus dihindari dari friksi. Nilai-nilai agama harus menjadi dasar pengokoh untuk membangun peradaban yang baik.

Revitalisasi Bahasa Internasional: Beliau berkomitmen mengembalikan keunggulan Pontren HK dalam penguasaan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, yang merupakan bahasa peradaban dan Lughatul Jannah. Ustadz Latipudin meminta seluruh santri dan asatidz untuk secara konsisten menjadikan dua bahasa tersebut sebagai bahasa interaksi harian.

“Kami sedang berjuang agar mengembalikan asholah (nilai keaslian) Pondok Pesantren Husnul Khotimah yang betul-betul mencerminkan peradaban yang jaya,” tutupnya, seraya mengajak seluruh peserta untuk siap membangun peradaban yang jaya dengan kekuatan bahasa dan spiritualitas.

Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )
WHATSAPP