Hari Pertama Pembekalan PPM 26, Santri Kelas 12 MA Siap Mengabdi di Tengah Masyarakat

Hari Pertama Pembekalan PPM 26, Santri Kelas 12 MA Siap Mengabdi di Tengah Masyarakat

KUNINGAN – Pondok Pesantren Husnul Khotimah menggelar Pembekalan Praktik Pengabdian Masyarakat (PPM) ke-26 yang resmi dimulai pada Senin pagi, (4/08), pukul 07.30 WIB, bertempat di Masjid Husnul Khotimah Putra. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri kelas 12 Madrasah Aliyah sebagai bagian dari persiapan akhir sebelum terjun langsung mengabdi di tengah masyarakat.

Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua PPM 26, Ust. Joni Pasha, Lc., M.H., yang memberikan arahan sekaligus motivasi kepada para santri agar mengikuti pembekalan dengan sungguh-sungguh.

“PPM bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, tapi sebuah bentuk nyata dari pengabdian, penerapan ilmu, dan dakwah yang santun di tengah masyarakat,” ungkap Ust. Joni dalam sambutannya.

Materi pertama bertema “Dauroh Ibadah” disampaikan oleh KH. Mujahid Abdul Jabbar.,Lc. Dalam sesi ini, para santri dibekali pemahaman mengenai praktik ibadah yang umum dijumpai di masyarakat, seperti shalat berjamaah, tahlilan, dan tradisi keagamaan lainnya.

Sesi ini bertujuan membekali santri agar mampu menyesuaikan diri dan membaur dengan masyarakat, tanpa meninggalkan prinsip-prinsip syariat Islam yang telah mereka pelajari.

Setelah rangkaian materi sebelumnya disampaikan, pembekalan hari pertama ditutup dengan sesi terakhir yang mengangkat tema “Kemasyarakatan”. Materi ini disampaikan oleh KH. Amam Badrutaman, Lc., yang menekankan pentingnya berakhlak baik, memahami budaya lokal, serta membangun komunikasi yang efektif selama menjalani masa pengabdian di tengah masyarakat.

“Ilmu itu penting, tapi lebih penting lagi bagaimana kalian membawanya dengan akhlak dan sikap yang baik di tengah masyarakat,” pesan beliau kepada para santri.

Dengan rangkaian materi yang padat dan relevan, hari pertama pembekalan PPM 26 menjadi bekal awal yang berharga bagi para santri. Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk santri yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual saat berinteraksi dengan masyarakat.

Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )
WHATSAPP