
Majelis Taklim Husnul Khotimah Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW
KUNINGAN — Majelis Taklim Husnul Khotimah menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gedung Darul Arqam, Kamis (11/9/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 07.00–09.00 WIB tersebut diikuti masyarakat Desa Maniskidul dan Sembawa serta para asatidz dan asatidzah Husnul Khotimah.
Sebelum acara dimulai, para peserta diajak menyaksikan video detik-detik wafatnya Rasulullah SAW. Pemutaran video tersebut menjadi pengantar untuk menghadirkan suasana khidmat sekaligus membangkitkan rasa cinta dan kerinduan kepada Rasulullah SAW.
Rangkaian acara kemudian diawali dengan hadharah oleh H. Nono Sudana, dilanjutkan sambutan Ketua Majelis Taklim Husnul Khotimah, Dwinanto Marjoko, S.Pd., serta Asrokolan yang dipimpin Ust. Syape’i.
Suasana haru terasa saat para hadirin berdiri bersama melantunkan shalawat kepada Rasulullah SAW. Lantunan shalawat yang menggema di Gedung Darul Arqam membuat suasana semakin khusyuk. Beberapa hadirin tampak meneteskan air mata, menggambarkan kerinduan dan kecintaan yang mendalam kepada Rasulullah SAW.
Memasuki acara inti, Ust. Firdaus, S.Pd.I., menyampaikan ceramah tentang keteladanan Rasulullah SAW dan kasih sayang beliau kepada umatnya. Mengutip QS. At-Taubah ayat 128, ia menjelaskan bahwa Rasulullah SAW sangat menginginkan umatnya tetap berada dalam keimanan.
Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup hanya dengan bershalawat, tetapi harus diwujudkan dengan mengikuti sunnah dan meneladani akhlaknya. Ia mengajak jamaah untuk memperbaiki ibadah, berbakti kepada orang tua, menjaga keharmonisan keluarga, serta menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama.
“Kalau kita ingin dicintai Allah, ikuti Rasulullah. Turutkan sunnah-sunnah Rasul, dari mulai bangun tidur sampai tidur kembali,” pesannya.
Ust. Firdaus juga mengingatkan jamaah untuk selalu berbaik sangka kepada Allah dan memperbanyak syukur atas nikmat kesehatan serta kesempatan hidup yang diberikan. Hidup, katanya, merupakan kesempatan untuk memperbanyak amal saleh dan bertobat kepada Allah SWT. Menutup tausiyah, ia mengajak jamaah menjaga kebersihan hati dengan sikap tawadhu dan menjauhi kesombongan.
“Mari kita kalahkan kesombongan yang mungkin ada dalam diri kita dengan tawadhu,” pungkasnya.
Peringatan Maulid Nabi tersebut menjadi momentum untuk kembali menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus menguatkan tekad untuk mengikuti sunnah dan meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.

