
Pondok Pesantren Husnul Khotimah Peringati Haul ke-9 KH Sahal Suhana
KUNINGAN – Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kuningan menggelar acara haul ke-9 wafatnya pendiri dan pewakaf, Kiai Haji Sahal Suhana, S.H. pada Jumat, 8 Agustus 2025. Acara yang dilaksanakan serentak di tiga lokasi, yaitu Masjid Putri, Masjid Putra, dan Masjid Husnul Khotimah 2 Pancalang, dihadiri oleh seluruh pengurus yayasan, jajaran kepala divisi, staf, asatidz, serta seluruh santri.
Kegiatan haul diisi dengan rangkaian ibadah, seperti yasinan, hadhoroh, tilawah Al-Qur’an, dan doa bersama. Suasana haru dan khusyuk menyelimuti seluruh area pesantren saat para santri dan pengajar melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan mendoakan para pendiri.
Mengenang Jasa Pendiri yang Ikhlas
Dalam sambutannya, Ketua Umum Yayasan Husnul Khotimah Kuningan, KH Mu’tamad, Lc., M.Pd., mengajak seluruh hadirin untuk mengenang dan menghargai jasa para pendiri. Beliau menekankan pentingnya bersyukur atas perjuangan gigih Kiai Haji Sahal Suhana dan Al-Maghfurlah Abah Haji Ibrahim Sukanta, yang telah mengikhlaskan diri mendirikan pesantren ini.
“Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa tidak dikatakan bersyukur kepada Allah orang yang tidak pandai menghargai jasa seseorang,” tutur KH Mu’tamad.
Beliau juga menyampaikan bahwa acara haul ini merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa besar mereka. Untuk itu, ia mengajak seluruh peserta untuk mendoakan para pendiri, serta membaca Al-Qur’an satu kali khatam yang pahalanya dihadiahkan kepada Kiai Haji Sahal Suhana dan Abah Haji Ibrahim Sukanta.
Lebih lanjut, KH Mu’tamad berharap acara haul ini dapat menjadi ibrah atau pelajaran bagi semua santri dan pengajar. “Apakah kita akan dikenang oleh orang-orang yang hidup setelah kita? Maka dari sekarang, marilah kita berbuat baik dan memberikan kontribusi kepada umat,” pesannya.
Ia juga mencontohkan keteladanan para ulama salafus shalih seperti Imam Asy-Syafi’i, yang meskipun telah tiada, kebaikan dan jasa-jasanya terus hidup dan menginspirasi banyak orang.
“Semoga kita juga termasuk orang-orang yang dikenang kebaikannya, sebagaimana para ulama,” tutup KH Mu’tamad, seraya memohon keikhlasan seluruh hadirin untuk mendoakan para pendiri pesantren dengan penuh kekhusyuan.



