
Suasana Haru Mewarnai Tasmi’ Akhir 30 Juz Santriwati Husnul Khotimah, Orang Tua Meneteskan Air Mata
KUNINGAN – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Masjid Putri Pondok Pesantren Husnul Khotimah pada Sabtu (14/02/2026). Sebanyak delapan santriwati kelas XII mengikuti prosesi Tasmi’ Akhir, yakni tasmi’ setoran terakhir untuk menggenapkan hafalan Al-Qur’an mereka menjadi 30 juz sempurna.
Acara ini dihadiri oleh jajaran Unit TTQ Tahsin Tahfidz Al-Qur’an Husnul Khotimah, para ustadz-ustadzah pembimbing, serta orang tua wali santri yang datang khusus untuk menyaksikan momen bersejarah putra-putri mereka.

Delapan santriwati yang berhasil menuntaskan hafalan 30 juz tersebut adalah:
- Farhah Nida’ul Mujahidah
- Gina Labibah Shofi
- Jauharah Hilyata Azkia
- Khansa Balva Nahilah
- Mariya Fathin H.
- Mufida Sholihatun Nisa
- Nimas Qissya Abhiesa A.
- Zahsy Madina Rizki
Langkah Awal Menjaga Kalamullah
Kepala Unit TPQ Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Ustadz Iif Ikhwana, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga yang luar biasa. Beliau menekankan bahwa tuntasnya hafalan 30 juz bukanlah akhir dari perjuangan.
“Ini adalah momentum awal bagi para santriwati untuk senantiasa intensif berinteraksi dengan Al-Qur’an. Hafalan ini harus dijaga dengan murojaah yang itqan, karena menjaga hafalan adalah tantangan yang sesungguhnya,” ujar Ustadz Iif. Beliau juga mengingatkan bahwa para penghafal Al-Qur’an adalah keluarga Allah di bumi.
Isak Tangis Haru Wali Santri
Momen puncak emosional terjadi saat sambutan perwakilan wali santri yang disampaikan oleh Ibu Hj. Elvita Utami, M.Pd., ibunda dari Ananda Mariya Fatin. Dengan suara bergetar dan tetesan air mata, ia menceritakan perjuangan anak-anaknya yang memiliki tekad kuat menghafal Al-Qur’an tanpa paksaan.
“Sebagai orang tua, kami penuh kekurangan. Namun doa yang selalu saya dawamkan adalah agar anak-anak menjadi hafizah yang mencintai dan dicintai Allah. Hari ini kami melihat janji Allah itu nyata,” ungkapnya.
Cerita beliau tentang bagaimana anak-anaknya lebih memilih mengikuti “Karantina Qur’an” daripada berlibur saat masa cuti sekolah, sontak membuat para hadirin dan orang tua lainnya turut meneteskan air mata haru.
Tekad Para Hafizah
Nimas Qissya Abhiesa A., selaku perwakilan santriwati, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada orang tua dan para ustadzah yang telah sabar menyimak ribuan ayat setiap harinya.
“Menghafal Qur’an adalah sejarah hidup paling spektakuler bagi kami. Kami memohon doa agar Al-Qur’an ini tidak hanya di lisan, tapi menjadi akhlak yang berjalan dalam kehidupan kami sehari-hari,” tutur Nimas.
Acara ditutup dengan doa bersama, memohon agar para santriwati istiqomah menjaga mahkota cahaya bagi kedua orang tua mereka di akhirat kelak. Dengan tuntasnya tasmik ini, Pondok Pesantren Husnul Khotimah kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi qur’ani yang unggul.

