ISLAH Selenggarakan Sosialisasi Kampus LIPIA

ISLAH Selenggarakan Sosialisasi Kampus LIPIA

Kuningan – Sabtu, (14/02), Aula Kampus STIS Husnul Khotimah dipenuhi antusiasme para santri kelas XII Program Keagamaan (PK) ikhwan dan akhwat. Sejak pukul 13.00 WIB, mereka mengikuti kegiatan sosialisasi kampus LIPIA yang terselenggara atas kerja sama Ikatan Silaturahim LAumni Husnul Khotimah (ISLAH) LIPIA dengan BK MA Husnul Khotimah.

Staf Bimbingan Konseling MA Husnul Khotimah, Adlan Madani, Lc., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan informasi menyeluruh kepada santri terkait studi lanjutan di LIPIA.
“sosialisasi kampus LIPIA yang diikuti santri kelas XII PK. Mereka mendapatkan informasi lengkap tentang jurusan, proses pendaftaran, hingga gambaran kehidupan perkuliahan di sana,” ujarnya.

Dalam pemaparan tersebut, dijelaskan bahwa LIPIA memiliki empat jurusan utama, yaitu Syariah, Idary (Ekonomi dan Administrasi), Lughoh (Bahasa Arab), serta I’dad (Program Persiapan Bahasa). Para santri juga diberikan gambaran tentang sistem seleksi masuk dan standar kompetensi yang perlu dipersiapkan sejak dini.

Kegiatan ini turut menghadirkan alumni LIPIA yang kini melanjutkan studi di Surabaya. Selain berbagi pengalaman, para alumni juga menyempatkan diri bersilaturahmi ke Kantor Divisi Humas dan Dakwah Yayasan Husnul Khotimah.
Dalam sesi motivasi, Kepala Divisi Humas & Dakwah, Ustaz Imam Nur Suharno, menyampaikan pesan mendalam kepada para santri. Ia sempat mengajukan pertanyaan tentang visi hidup jangka panjang yang perlu ditanamkan sejak sekarang.

“Bukan sekadar cita-cita pribadi. Yang perlu kita tanam adalah bagaimana kita bisa ‘menanam manusia’,” pesannya.
Makna “menanam manusia” dimaknai sebagai komitmen untuk memberi manfaat, membina, dan membangun generasi, bukan hanya berorientasi pada pencapaian individu.

Tiga alumni yang hadir, yakni Nayla Sabina (semester 3 LIPIA Surabaya), Salma Mardi Azzahra (I’dad Mustawa Rabi’ 4), dan Nayla Atirahimah Muntazah (I’dad Mustawa 2), turut membagikan tips praktis menghadapi seleksi masuk LIPIA.

Menurut mereka, persiapan ideal dimulai sejak kelas XII dengan membiasakan diri aktif dalam maharah kalam (kemampuan berbicara Bahasa Arab) dalam percakapan sehari-hari.
“Latih diri berbicara Bahasa Arab, aktif bertanya saat belajar, dan jangan ragu praktik langsung dengan teman,” ujar salah satu alumni.

Selain itu, mereka juga menekankan pentingnya memperbanyak latihan soal, mengikuti bimbingan belajar, serta try out. Berdasarkan pengalaman mereka, beberapa tipe soal yang pernah dikerjakan saat latihan ternyata muncul kembali dalam tes tulis seleksi LIPIA.

Untuk tes syafahi (wawancara), kemampuan berbicara Bahasa Arab menjadi salah satu penilaian utama. Karena itu, kesiapan mental dan kelancaran komunikasi menjadi kunci penting untuk lolos seleksi.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan para santri memiliki gambaran yang lebih utuh tentang kampus LIPIA, mulai dari jurusan, sistem pembelajaran, hingga proses seleksi masuk.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen MA Husnul Khotimah dalam mendampingi santri menentukan arah studi lanjut, sekaligus mempersiapkan generasi yang siap melanjutkan pendidikan tinggi berbasis keilmuan Islam dan Bahasa Arab secara lebih mendalam.

Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )
WHATSAPP