Tanamkan Visi Global, Pondok Pesantren Husnul Khotimah Gelar Marasim Lughawiyah Penuh Motivasi

Tanamkan Visi Global, Pondok Pesantren Husnul Khotimah Gelar Marasim Lughawiyah Penuh Motivasi

Suasana khidmat bercampur semangat terasa di lapangan takraw Pondok Pesantren Husnul Khotimah pada 25 Agustus 2025. Pagi itu, seluruh santri putra dan ustadz berkumpul untuk sebuah acara monumental: Marasim Lughawiyah atau Upacara Bahasa. Digagas oleh Urusan Bahasa, kegiatan ini bertujuan memberikan motivasi dan meneguhkan komitmen para santri agar rajin menerapkan dua bahasa internasional, yaitu bahasa Arab dan bahasa Inggris.

Upacara ini bukan sekadar seremoni biasa. Sepanjang acara, para petugas dan pembina upacara seluruhnya berkomunikasi dalam bahasa Arab, menciptakan atmosfer yang kental dengan nuansa pembelajaran. Sorotan utama tertuju pada sambutan berapi-api dari Ustadz Muhammad Arifin, Lc., Kaur Bahasa Putra.

Dalam pesannya yang disampaikan sepenuhnya dalam bahasa Arab, Ustadz Arifin mengajak para santri untuk menjadikan bahasa Arab dan bahasa Inggris sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. “Mulai sekarang, praktikkanlah bahasa Arab! Berbicaralah dengannya! Bercakap-cakaplah dengannya! Berinteraksilah dengannya dalam kehidupan sehari-hari kita,” serunya.

Lebih dari sekadar praktik, Ustadz Arifin menanamkan visi besar kepada para santri. Ia menyebut mereka sebagai “prajurit Islam” dan “singa-singa Islam” yang kelak akan berpidato di mimbar-mimbar Perserikatan Bangsa-Bangsa. “Kalian akan membela umat Islam, kalian akan membela bangsa Palestina, dengan dua bahasa ini,” tegasnya, menyulut semangat perjuangan.

Ia juga menantang para ketua angkatan dan penanggung jawab kelas untuk menjadi teladan. “Apakah kalian siap untuk mempraktikkan bahasa Arab dan bahasa Inggris di ma’had ini?” tanyanya, yang dijawab serentak oleh para santri, “Labbaik, ya Ustadz! Kami akan berbicara bahasa Arab dan bahasa Inggris… dan kami tidak akan berbicara kecuali bahasa Arab dan bahasa Inggris.”

Ustadz Arifin menekankan pula pahala yang akan terus mengalir bagi para santri yang menjadi panutan dalam berbahasa. “Kalian akan mendapatkan pahala yang terus mengalir di akhirat dari para santri yang berbicara bahasa Arab dan bahasa Inggris,” ujarnya.

Komitmen itu tidak hanya hadir dalam upacara. Bidang Bahasa secara konsisten menjalankan berbagai program unggulan untuk meningkatkan kemampuan para santri. Salah satunya adalah Muhadharah Lughawiyah, kegiatan pidato rutin dalam tiga bahasa: Indonesia, Arab, dan Inggris. Program ini mewajibkan seluruh santri berpartisipasi aktif, melatih kelancaran berbicara di depan umum, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri.

Selain itu, ada pula program Audio-Visual Bilingual yang dirancang untuk memperkaya kosakata dan pemahaman bahasa melalui media audio dan video. Dengan tayangan edukatif dalam bahasa Arab dan Inggris, santri dapat menyerap materi secara alami dan kontekstual, sehingga pembelajaran lebih efektif dan menyenangkan. Kedua program ini menjadi pilar penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi penguasaan bahasa secara komprehensif.

Acara Marosim Lughawiyah tahun ini ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada Muhammad Fatih Ghifari sebagai Pengurus Terbaik Central Language Improvement 2024–2025, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya dalam memajukan program bahasa di pesantren.

Dengan adanya Marosim Lughawiyah, Pondok Pesantren Husnul Khotimah tidak hanya mendidik santri agar mahir berbahasa, tetapi juga menanamkan visi mulia: menjadi pembela Islam dan kaum muslimin di panggung global melalui penguasaan bahasa.

Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )
Whatsapp