Husnul Khotimah Kembali Cetak Huffazh

Husnul Khotimah Kembali Cetak Huffazh

KUNINGAN — Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kuningan kembali mencetak huffazh membanggakan. Enam santriwatinya berhasil menuntaskan hafalan Al-Qur’an 30 juz. Keenam santriwati tersebut adalah Ainun Mardhiyyah, Azka Syahidah, Hafidzah Nuralya, Murtadja Masya’il, Asiyah Syifa Nur Khalisah dan Hilda Hanifa.

Acara berlangsung haru dan penuh syukur, dihadiri para wali santri, pembimbing, dan keluarga yang mendampingi perjalanan panjang para santriwati hingga sampai pada titik ini.

Dalam sambutannya, Ustadz Dudi Rahayu, Lc., selaku Kaur TTQ, menyampaikan rasa syukur atas tuntasnya hafalan 30 juz para santriwati. “Alhamdulillah, pada siang hari Sabtu ini putri-putri Abi dan Umi sekalian telah menuntaskan hafalan Qur’annya 30 juz.” ungkapnya.

Ia menyampaikan selamat kepada seluruh santri putri yang telah menuntaskan tasmi’ 30 juz, sehingga pada hari itu mereka resmi menyandang gelar hafidhul Qur’an atau al-huffadz. Namun, ia mengingatkan bahwa semangat berinteraksi dengan Al-Qur’an tidak boleh berhenti di hari itu saja, justru setelah tasmi’ selesai, tantangan berikutnya adalah menjaga hafalan tersebut.

Ustadz Dudi menegaskan, tuntasnya hafalan 30 juz adalah anugerah besar yang tidak diberikan Allah SWT kepada setiap mukmin dan muslim. “Jangan sampai disia-siakan, karena itu nikmat dan anugerah yang sangat besar,” pesannya, seraya berharap capaian ini menjadi pemacu semangat untuk terus menjaga dan memurajaah hafalan, baik bagi santriwati maupun orang tuanya.

Mewakili wali santri, orang tua Hilda Hanifa menyampaikan syukur atas karunia yang diberikan Allah SWT kepada anak-anak mereka. Ia mengingatkan, capaian ini tidak boleh berhenti begitu setoran hafalan selesai, hafalan harus terus dijaga lewat murajaah agar tidak hilang.

“Hafal Al-Qur’an 30 juz ini modal awal untuk kita tetap berinteraksi dengannya,” tuturnya. Interaksi itu diwujudkan lewat empat hal: rutin membaca, mentadaburi kandungannya, mengamalkannya dalam kehidupan, dan mengajarkannya kepada generasi berikutnya.

Ia juga mengapresiasi Husnul Khotimah yang konsisten melahirkan hafiz dan hafizah Al-Qur’an di samping membekali santrinya dengan ilmu, sains, dan wawasan sosial. Ia berharap suatu saat seluruh lulusan pesantren ini menuntaskan hafalan 30 juz, lengkap dengan mekanisme agar hafalan tetap terjaga setelah lulus.

Mewakili para peserta, Ananda Hafizah Nur Alia menyampaikan syukur atas kekuatan dan kesempatan yang Allah berikan hingga ia dan teman-temannya bisa menuntaskan hafalan. Ia berterima kasih kepada para guru, orang tua, dan teman-teman seperjuangan yang mendukung sepanjang proses menghafal.

Ia berharap seluruh santriwati yang telah khatam 30 juz mampu menjaga hafalannya hingga akhir hayat — pengingat bahwa Tasmi Akhir bukan garis finis, melainkan awal dari perjuangan mempertahankan hafalan dan menghidupkan nilai-nilainya dalam keseharian.
Acara ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan, penjagaan iman dan hafalan, serta agar para santriwati tumbuh menjadi generasi yang senantiasa dekat dengan Al-Qur’an.

Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )
Whatsapp