
Bekal Menjadi Santri Hebat
Oleh KH. Mulyadin, Lc., MH
Mondok sejatinya berjuang di jalan Allah. Berjuang menempa diri untuk menjadi manusia hebat di kemudian hari. Dalam perjuangan selalu ada rintangan dan tantangan yang mesti dihadapi. Karenanya dalam perjuangan mesti mempunyai bekal yang memadai.
Oleh karena itu, wahai anak-anakku para santri Husnul Khotimah, ustadz sampaikan kepada kalian bekal untuk diingat, dipahami dan praktikkan. Paling tidak ada tiga bekal utama mondok di Pesantren Husnul Khotimah agar kalian menjadi santri yang hebat.
Pertama, bekal niat. Menjadi santri hebat dimulai dari niat Lillah. Niat bukan sekadar datang ke pesantren, tetapi hadir untuk menggapai ridha Allah. Bukan karena terpaksa, tetapi karena ingin menjadi generasi pembawa peradaban. Apabila sudah Lillah maka kesulitan akan menjadi kemudahan. Karenanya, kalian hendaknya selalu memperbaiki niat hanya Lillah.
Kedua, adab dalam belajar. Anak-anakku camkan perkataan Imam Malik rahimahullah yang berkata kepada seorang pemuda Quraisy untuk mempelajari adab sebelum mempelajari suatu ilmu. Mengapa para ulama mendahulukan mempelajari adab? Sebagaimana Yusuf bin Al Husain berkata, “Dengan mempelajari adab, maka engkau jadi mudah memahami ilmu.”
Apabila seseorang mempunyai ilmu tetapi tidak memiliki adab, maka ilmu tersebut bisa disalahgunakan, dapat menimbulkan kesombongan, atau bahkan merugikan orang lain. Adab membantu seseorang memahami dan mengamalkan ilmu dengan benar, serta menjadikannya bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.
Ketiga, bekal ibadah. Ibadah sebagai fondasi kehidupan di pesantren. Menjaga sholat, menyambut seruan adzan dengan hati lapang, dan memenuhi panggilan Allah dengan segera merupakan bentuk syukur atas nikmat yang besar.
Ibadah merupakan bekal penting dalam menuntut ilmu karena menuntut ilmu itu sendiri adalah ibadah yang bernilai besar di sisi Allah SWT, dan pengamalannya akan mempermudah seseorang meraih ilmu serta menjadikannya sebagai penolong untuk kehidupan akhirat.
Mencari ilmu agama adalah suatu kebaikan yang sangat dianjurkan dan bahkan lebih utama dari ibadah sunnah. Pastikan memiliki niat yang lurus dan ikhlas dalam mencari ilmu, yaitu untuk beribadah kepada Allah dan mengajarkan kepada orang lain, adalah kunci utama dalam meraih ilmu dan keberkahannya.
Sedangkan mengamalkan ilmu yang didapat akan membuat seseorang semakin kokoh dan semangat dalam belajar serta menjadi jalan untuk membedakan antara yang benar dan salah. Karena itu, perbanyak doa kepada Allah agar diberikan kemudahan, keteguhan iman, dan semangat dalam belajar.
Dengan demikian, jika niatnya Lillah, adabnya terjaga, maka ibadah pun akan menjadi indah. Dan dengan itulah Allah akan mudahkan kalian mendapatkan ilmu, pemahaman, dan keberkahan. Semoga.

