
Kantin Pontren Husnul Khotimah Jadi Lebih Sehat
Kantin menjadi salah satu tempat yang paling sering dikunjungi oleh santri untuk membeli makanan dan minuman. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa jajanan yang dijual di kantin itu sehat dan bergizi.
Bagian Gizi dan Promosi Kesehatan dari Klinik Pratama Husnul Khotimah beserta Divisi Ekonomi pasa Selasa, 20-1-2026 yang lalu, melakukan monitoring kantin di lingkungan pesantren sebagai tindak lanjut kegiatan yang pernah diadakan sebelumnya yaitu edukasi tentang _Personal Hygiene _ dan _Jajanan Sehat_ bagi para penjual dan penjamah makanan di kantin. Monitoring ini bertujuan untuk memantau jenis jajanan yang dijual serta meningkatkan kesadaran kepada para penjual akan pentingnya menyediakan jajanan sehat di kantin.
Merujuk pada Peraturan Menkes No.63 tahun 2015 tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam dan Lemak serta Pesan Kesehatan Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji, jajanan kantin sekolah yang tidak sehat, seperti makanan tinggi gula, garam, dan lemak, dapat berdampak buruk pada kesehatan anak dalam jangka pendek dan panjang. Konsumsi jajanan tidak sehat secara terus-menerus dapat menyebabkan; masalah gigi dan mulut serta gangguan kosentrasi belajar untuk jangka pendek. Obesitas, risiko penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, jantung dan ginjal untuk jangka panjang.
Kesehatan anak yang buruk di masa depan dapat mempengaruhi kualitas hidup dan produktivitas mereka. Oleh karena itu, penting bagi pesantren, orang tua, dan penjual jajanan untuk bekerja sama untuk mempromosikan jajanan sehat dan bergizi di kantin.
Hasil monitoring menunjukkan perlunya monitoring lanjutan. Di kantin, banyak jajanan sehat yang dijual, seperti: buah-buahan segar, jus buah, sayuran seperti gado- gado, karedok dan lontong sayur dan makanan yang dimasak dengan cara yang sehat lainnya.
Kepala Unit Kesehatan, H. Mustopa M.Kep, Ners, PhD. mengimbau kepada penjual jajanan di kantin untuk lebih memperhatikan kesehatan dan gizi jajanan yang dijual. Hal serupa juga disampaikan Desi Sulistiyawati, S.Kep, Ners. sebagai Kepala Bagian Promosi Kesehatan mnganjurkan santri untuk cerdas dalam memilih jajanan yang sehat dan bergizi untuk mendukung kesehatan mereka.
Sementara itu Kepala Bagian Gizi, Arni Purlika, S.P merekomendasikan kepada para penjual untuk meningkatkan variasi jajanan sehat dan
meminimalisir jajanan tidak sehatnya. Karena tidak mungkin untuk secara langsung meniadakan semua jajanan yang tidak sehat saat ini juga melainkan bertahap.
Dengan kerja sama antara Bagian Gizi dan Promosi Kesehatan, Divisi Ekonomi sebagai pembina kantin sekolah, penjual jajanan, dan siswa, diharapkan kantin pesantren dapat menjadi tempat yang sehat dan nyaman untuk membeli makanan dan minuman.

