
Momentum Isra Mi’raj: Kiai Mulyadin Kupas Bekal Spiritual dan Kemuliaan Nabi di Majelis Taklim Husnul Khotimah
KUNINGAN – Bertempat di kompleks Pesantren Husnul Khotimah, suasana khusyuk menyelimuti Kegiatan Majelis taklim yang digelar pada Jumat (9/1/2026). Acara ini dihadiri oleh ratusan jamaah yang terdiri dari ibu-ibu dan bapak-bapak Majelis Taklim Desa Maniskidul, serta keluarga besar warga Pesantren Husnul Khotimah Kuningan.
Rangkaian acara dimulai dengan lantunan sholawat ibu-ibu majelis taklim, pembacaaan ayat suci Al Qur’an, sambutan, ceramah dari Kiai Mulyadin pimpinan pondok pesantren Husnul Khotimah, dan do’a penutup.
Kiai Mulyadin, Lc., M.H., dalam tausiyahnya beliau mengupas “Hikmah dan Rahasia Isra Mi’raj” yang menjadi refleksi penting bagi umat Islam di awal tahun ini. Delapan poin utama yang menjadi intisari peristiwa perjalanan malam Rasulullah ﷺ:
- Penghibur Hati Nabi: Peristiwa ini adalah bentuk tasliyah (hiburan) dari Allah untuk menguatkan hati Nabi ﷺ setelah wafatnya Siti Khadijah dan Abu Thalib di tengah ujian dakwah yang berat.
- Kemuliaan Sang Penutup Risalah: Isra Mi’raj menegaskan kedudukan Nabi ﷺ sebagai imam para nabi terdahulu, sekaligus penutup seluruh risalah samawi.
- Visualisasi Kebesaran Allah: Diperlihatkannya surga dan neraka kepada Nabi ﷺ bertujuan untuk meneguhkan keyakinan akan kebenaran wahyu yang dibawanya.
- Urgensi Salat Lima Waktu: Berbeda dengan ibadah lain, salat diwajibkan langsung oleh Allah kepada Nabi di Sidratul Muntaha. “Salat adalah mi’raj-nya orang beriman,” tegas Kiai Mulyadin.
- Kesatuan Masjidil Haram & Al-Aqsha: Hubungan antara kedua masjid suci ini menyatukan umat dalam satu arah perjuangan dan satu risalah yang utuh.
- Keutamaan Baitul Maqdis: Menegaskan bahwa tanah Palestina adalah bumi yang diberkahi dan tempat berkumpulnya para nabi.
- Ujian Keimanan: Peristiwa ini menjadi pemisah yang jelas antara mereka yang memiliki iman yang kokoh dengan mereka yang lemah atau munafik.
- Bekal Spiritual Menuju Perjuangan: Isra Mi’raj adalah bukti bahwa pertolongan Allah pasti datang, sekaligus menjadi persiapan batin sebelum peristiwa besar Hijrah.
Antusiasme Jamaah
Para jamaah dari Desa Maniskidul tampak antusias menyimak pemaparan materi yang disampaikan secara lugas dan mendalam. Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan umat dan keberkahan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para jamaah tidak hanya sekadar mengenang sejarah, tetapi mampu mengimplementasikan nilai-nilai kedisiplinan salat dan keteguhan iman dalam kehidupan sehari-hari.

