LDKS Kelas XI Putri: Grooming Pengurus dan Integritas Bersama, Menyiapkan Estafet Kepemimpinan Santri

LDKS Kelas XI Putri: Grooming Pengurus dan Integritas Bersama, Menyiapkan Estafet Kepemimpinan Santri

Kuningan – Senin, 13 Juli 2026, Pondok Pesantren Husnul Khotimah menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan Santri (LDKS) bagi seluruh santri kelas XI Putri dengan mengusung tema “Grooming Pengurus dan Integritas Bersama.” Kegiatan yang berlangsung di Masjid Putri Husnul Khotimah ini menjadi langkah awal dalam mempersiapkan regenerasi kepengurusan organisasi santri yang berkarakter, berintegritas, dan siap mengemban amanah kepemimpinan.

LDKS diikuti oleh seluruh santri kelas XI Putri sebagai bagian dari proses pembinaan calon pengurus organisasi santri. Melalui kegiatan ini, para peserta dibekali berbagai kompetensi kepemimpinan, mulai dari penguatan karakter, manajemen organisasi, komunikasi efektif, kerja sama tim, hingga pengambilan keputusan yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

Dalam sambutannya, Mudir Ma’had Husnul Khotimah, Kiyai Mulyadin, Lc., M.H., menegaskan bahwa kepemimpinan di pesantren bukanlah tentang jabatan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan, tanggung jawab, dan integritas.

“Menjadi pengurus berarti siap melayani, menjadi teladan, dan menjaga amanah. Integritas adalah modal utama seorang pemimpin. Ketika integritas dijaga, maka kepercayaan akan tumbuh, dan dari kepercayaan itulah lahir kepemimpinan yang membawa keberkahan,” pesan beliau kepada seluruh peserta.

Beliau juga mengajak seluruh santri untuk menjadikan masa pembinaan ini sebagai momentum memperkuat karakter, meningkatkan kedisiplinan, serta membangun budaya organisasi yang dilandasi ukhuwah, kolaborasi, dan semangat melayani.

Pada sesi pembekalan, Usth. Hj. Wafiyyah Ahdiyah, Lc., Alumni Husnul Khotimah Angkatan 10, menyampaikan bahwa LDKS merupakan proses belajar untuk membentuk pribadi yang siap menjadi bagian dari organisasi yang baik. Menurutnya, menjadi pengurus bukan sekadar memperoleh amanah, tetapi juga mempersiapkan diri agar layak mengembannya.

“Di LDKS ini kita belajar bagaimana menjadi bagian dari organisasi yang baik. Kita juga belajar memantaskan diri, memperbaiki karakter, dan mempersiapkan diri untuk mengemban amanah dengan sebaik-baiknya. Amanah tidak hanya membutuhkan kemampuan, tetapi juga kesiapan hati, tanggung jawab, dan keikhlasan dalam melayani,” ujar beliau.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti berbagai sesi materi, diskusi, simulasi kepemimpinan, studi kasus, dan aktivitas yang dirancang untuk melatih kemampuan berpikir kritis, menyelesaikan masalah, serta membangun kekompakan dalam tim.

Melalui tema “Grooming Pengurus dan Integritas Bersama”, Pondok Pesantren Husnul Khotimah berharap lahir generasi pemimpin santri yang tidak hanya memiliki kemampuan organisasi yang baik, tetapi juga berakhlak mulia, amanah, profesional, dan siap menjadi teladan bagi lingkungan pesantren.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pondok Pesantren Husnul Khotimah dalam mencetak kader-kader pemimpin masa depan yang unggul, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pesantren, umat, dan bangsa.

Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )
Whatsapp